Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya Azka Qonita Husna, biasa dikenal dengan Azka. Izinkan saya untuk membuka lembaran kenangan 1 bulan yang lalu, ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning.
Awal Mula Perkenalan: Pada akhir tahun 2022, saya diperkenalkan dengan pesantren melalui kegiatan 'Pesantren Camp'. Pengalaman tersebut begitu mendalam dan berkesan, membius hati saya dengan kegiatan-kegiatan yang memikat. Ketika menyelesaikan studi di SD, tanpa ragu saya memilih IBS PKMKK untuk melanjutkan pendidikan saya. Pondok ini menawarkan kurikulum yang kaya, fasilitas unggul, dan harapan saya yang paling besar adalah untuk menghafal Al-Qur'an, meningkatkan akhlak, dan memperdalam pengetahuan saya terhadap kitab-kitab turats.
Sehari Bersama Santri: Pagi di pondok ini dimulai sangat dini, tepatnya pukul 03.30 Wib, dengan aktivitas Qiyamul lail, Shalat Subuh, dan mandi. Padahal di rumah, saya baru terbangun pukul 04.30. Namun, setiap hari adalah pelajaran berharga tentang kemandirian. Setelah shalat dan berbagai aktivitas lainnya, pukul 05.00 Wib kami berkumpul di lobi Gedung PKMKK, dimana kami memulai hari dengan belajar kitab kuning. Selesai itu, kami kembali ke asrama untuk bersekolah. Sebelum memasuki kelas, santri kelas 7 dan 8 memiliki ritual khusus membaca nadhom Imriti dan Alfiyah. Kegiatan di pondok berlanjut dengan menyetor hafalan, salat berjamaah, serta mengikuti kelas kitab tambahan di sore hari. Setelah maghrib, kami berkumpul lagi untuk sorogan Al-Qur'an, dan malam hari diakhiri dengan kegiatan di kelas sebelum istirahat. Tujuan utama Pesantren ini adalah mencetak santri yang unggul, inovatif, berdaya saing, dan memiliki santun.
Kenangan Manis: Selama sebulan berada di sini, banyak hal yang saya cintai. Dari sekian banyak, al-banjari dan pembelajaran kitab kuning seperti safinatunnajah dan tataboga menjadi favorit saya. Hubungan saya dengan teman-teman disinipun harmonis. Prestasi terbesar saya adalah meningkatnya akhlak dan kedisiplinan dalam beribadah.
Tantangan yang Dihadapi: Pada awalnya, membaca kitab kuning menjadi sebuah rintangan besar untuk saya. Namun, dengan ketekunan dan kesabaran, saya mulai memahaminya dan kini mampu membacanya dengan lancar. Ini membuktikan bahwa kesulitan hanyalah rintangan sementara bagi mereka yang tidak pernah menyerah.
Kesimpulan: Kini, saya bangga menjadi bagian dari IBS PKMKK. Dari seseorang yang awalnya kesulitan membaca kitab, kini saya mampu melafalkannya dengan lancar dan baik. Terima kasih atas segala pelajaran dan pengalaman yang telah diberikan.
Penulis: Azka Qonita Husna
Berita Terkait
"Mata Air Lanamu"
"Mata Air Lanamu" Qonitatul Maghfiroh Desa Lanamu, sebuah desa yang tersembunyi di balik lebatnya hutan hijau, adalah tempat yang memancarkan ketenang...
Baca selengkapnyaRamadhan Kenangan
Ramadhan Kenangan Riza Firnanda (Kelas 8) Bulan Ramadhan selalu membawa nuansa magis tersendiri. Bulan yang penuh berkah, di mana langit seolah turun...
Baca selengkapnyaCINTA DAN KASIH SAYANG AYAHKU
Ayah adalah laki-laki pertama yang aku cintai. Andaikan kalian tahu, pengorbanan seorang ayah itu sangat besar dalam mencari nafkah. Pasti kalian tida...
Baca selengkapnya