PAMEKASAN — Penguasaan ilmu pengetahuan modern (sains) dan keteguhan nilai-nilai Al-Qur’an harus berjalan seiring dalam membentuk generasi muslim masa depan. Penegasan tersebut mengemuka saat pakar pendidikan sains, Dr. Agus Budiyono, M.Pd., memberikan pembekalan metodologi riset kepada para santri di lingkungan Islamic Boarding School (IBS) PKMKK, Pamekasan, Kamis (5/11/2026).
Di hadapan para santri, Dr. Agus, Dosen Universitas Islam Madura, menekankan bahwa kerja ilmiah menuntut disiplin perencanaan, presisi data, dan kejujuran pelaporan yang mutlak. Menurutnya, riset bukanlah instrumen glorifikasi pribadi, melainkan jalan pengabdian yang terikat pada etika ketauhidan.
"Secara metodologis, riset harus selaras dengan nilai keislaman di mana muara akhirnya adalah khairunnas anfa’uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya," tegas Dr. Agus.
Ia memaparkan dua agenda riset aplikatif yang mendesak untuk dieksekusi di lingkungan pesantren. Pertama, hilirisasi riset berbasis kewirausahaan guna memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Kedua, rekayasa teknologi pengolahan air limbah menjadi air bersih yang suci dan mensucikan (thahir muthahhir), sehingga menciptakan siklus sanitasi yang lestari dan mandiri.
Lebih jauh, Dr. Agus menguraikan urgensi runtuhnya sekat dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Di era kontemporer, kajian fikih tidak lagi berdiri terisolasi dari perkembangan empiris. Perumusan fatwa hukum modern—seperti sertifikasi produk dan pangan halal di Majelis Ulama Indonesia (MUI)—kini bertumpu pada validasi data laboratorium yang disandingkan dengan teks kitab klasik (turats).
"Santri IBS harus berani bermimpi besar. Jangan hanya menghafal hukum fikih, tetapi kokohkan hukum tersebut dengan dalil kitab dan bukti riset. Dengan kapasitas ganda ini, lulusan pesantren akan tampil di garda terdepan sebagai pemecah kebuntuan persoalan umat," pungkasnya.
Penulis: Qonitatul Maghfirah dan Naurah Reisa Alana
Berita Terkait
Umum
Belajar Membaca Semesta: Safari Lingkungan di MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning
Pembelajaran ini mentransformasikan teori hafalan menjadi kesadaran ekologis dan akhlak aplikatif, mendidik santri agar tidak hanya cerdas secara akad...
Baca selengkapnya
Umum
How a Snack Incident Sparked an Unforgettable English Lesson
An English teacher, Althaf Afida, successfully turned a minor classroom rule violation into an engaging, real-world learning experience in the 7L2 Boy...
Baca selengkapnyaGandeng Akademisi Perguruan Tinggi, IBS PKMKK Pacu Budaya Riset Santri Lewat Hibah dan Program ‘One Chapter One Experiment & One Term One Research One Publication’
PAMEKASAN, 20 September 2026 — Langkah progresif dalam membumikan ekosistem sains dan riset di lingkungan pesantren terus dimatangkan oleh Islamic Boa...
Baca selengkapnya