082333777752    padepokankmudrikah@gmail.com

Post & Article

Karya Santri

Santri dan Nyawa untuk Negeri

  • 16 Aug, 2023
  • written by ADMIN

Pada suatu masa, di belantara Nusantara, Indonesia berdiri di ambang kemerdekaan. Pulau-pulau yang subur, dikenal luas sebagai pusat rempah-rempah yang berlimpah, menarik serbuan penjajah. Bukan hanya tanahnya yang mereka incar, namun jiwa dan semangat bangsa ini hendak mereka lenyapkan.

Namun, Indonesia tidak hanya memiliki pahlawan berjubah putih atau berbaju loreng. Ada sekelompok yang dengan kesederhanaan mereka, dengan keikhlasan hati, berjuang dengan setegar-tegarnya. Mereka adalah para Santri, murid-murid yang mengikuti jejak Kyai mereka.

Bayangkanlah, saat matahari masih malu-malu muncul, sebuah kisah heroik tercipta di Mranggen. Pada 10 November 1945, bukan hanya hujan yang turun, melainkan juga darah dan air mata. Di medan tempur tersebut, barisan Santri bersama Kyai mereka berdiri teguh. Mereka mengedepankan keikhlasan, bahkan jika itu berarti harus merelakan jiwa raga untuk tanah air.

Puisi tidak bisa sepenuhnya mewakili perasaan, namun kisah Santri ini seakan mengajak kita untuk mengenang, bahwa kemerdekaan yang kita rasakan hari ini adalah hasil dari darah dan keringat banyak pihak. Tidak hanya pahlawan yang kita kenal, tetapi juga para Santri yang dengan sepenuh hati, mengangkat senjata demi satu tujuan: Merdeka atau Mati.

Dalam penjajahan, belajar bagi seorang Santri bukanlah hal yang mudah. Tapi keberanian para Kyai untuk mendirikan pesantren dan mengajak Santrinya berjuang, menjadikan perjuangan Indonesia semakin berarti.

Kita patut berbangga, bahwa di setiap jengkal tanah Indonesia, ada kisah-kisah heroik yang patut dikenang. Santri, dengan semangat dan doanya, ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini.

 

Semangat Para Santri Untuk Indonesia Yang Terus Maju

 

Di sebuah Pondok

Mentari pagi mulai terasa panas

Karena jam sudah menunjukkan pukul 08:00

Di sana pelaksanaan Upacara sedang di laksanakan

 

Terdengar suara sang Inspektur Upacara

Menceritakan bagaimana perjuangan para Santri

Memperjuangkan kemerdekaan Indonesia saat dulu kala

Di mana sangat sulit untuk berktivitas sesuai kewajiban nya

 

Suara Inspektur yang memulai cerita

Tentang perjuangan Santri pada masa penjajahan

Aku Merasa sangat bersyukur

Karena sekarang Indonesia telah Merdeka

 

Berkat semua perjuangan

Para pahlawan dan juga semua orang

Termasuk juga para Santri

Yang rela berkorban dalam peperangan

 

Betapa sulit nya para santri pada masa itu

Yang harus terus menuntut ilmu

Sedangkan keadaan sedang buruk

Karena terjadi peperangan di mana-mana

 

Membuat keadaan menjadi kacau

Semua orang kocar-kacir

Ingin menyelamatkan diri masing-masing

Dari tembakan peluru yang berasal dari musuh

 

Jadi, kami sebagai Santri

Tidak akan tinggal diam

Jika Negara kami dalam kesulitan

Kami para Santri tidak hanya mementingkan Agama

 

Tetapi, kami juga mementingkan Negara tercinta kami

Yaitu negara Indonesia tercinta

Akan ku berikan dan perjuangkan semua nya

Untuk Indonesia, meskipun nyawa taruhan nya

Penulis:

Tria Fahira Nuramaja (Aya)