Santri bukan sekedar sebutan untuk mereka yang menuntut ilmu di bawah bimbingan kyai. Lebih dari itu, santri adalah jiwa dan napas bangsa ini. Melalui suara lembut bacaan Al-Qur'an dan gemerincing khas sarung yang mereka kenakan, santri telah membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam mempertahankan martabat bangsa.
Namun, jangan salah sangka. Santri bukan hanya piawai dalam mengaji atau beribadah. Di balik ketenangan mereka terpendam semangat juang yang berkobar. Saat negeri ini masih dibelenggu penjajahan, santri berdiri tegar sebagai pahlawan tanpa senjata. Mereka tak pernah gentar, bahkan rela mengorbankan jiwa dan raga demi satu kata: kemerdekaan.
Dulu, ketika malam menyelimuti, santri memadu doa dengan strategi melawan penjajah. Mereka bersama kyai-kyai besar memainkan peran krusial dalam membebaskan Indonesia dari belenggu kolonialisme. Jika perjuangan mereka bisa diukur, maka tak terhitung berapa banyak keringat, air mata, dan darah yang telah tumpah demi Indonesia yang kita cintai ini.
“Bangun sebelum shubuh itu sudah biasa
Bangun tidur bukan langsung melihat suasana rumah
Namun, langsung beranjak dari alas tidur untuk beribadah
Mengaji adalah aktivitas yang terus dilaksanakan
Tak sibuk untuk memikirkan makan
Memulai hari berharap semua baik baik saja
Berharap agar Indonesia tetap jaya
Santri bukan hanya bisa mengaji
Tetapi juga memiliki rasa ingin untuk membranikan diri
Seperti KH. Hasyim asy’ari. “
NKRI Harga Mati!!
Penulis: Eriasa Sastri